Hujan menghentikan langkah kakiku
Saat aku baru saja turun dari bis kota
Terpaksa berteduh di kolong jembatan
Sambil berharap hujan segera berlalu
Seorang bocah berdiri di hadapanku
Basah sambil membawa payung hitam
Sorot matanya penuh pengharapan
Menawarkan jasa payung kepada ku
Sambil berjalan dinauingi payung hitam
Timbul rasa kasihan pada sang bocah
Tubuhnya sedikit menggigil kedinginan
Dengan sedikit perlahan memayungiku
Tulisanku terhenti saat pelayan datang
Membawakan soto betawi pesananku
Tanpa pikir panjang langsung ku santap
Namun tidak lupa sebelumnya berdoa
Uh .... aku lupa mau menulis apa tadi
Perut kenyang melemahkan ingatanku
Ku coba mengingat-ingat tapi tetap lupa
Dasar pelupa begitu saja kok bisa lupa
Cerita bocah payung hitam terhenti di sini
Mungkin akan kulanjutkan jika sudah ingat
Benar-benar tak ada lagi yang ku ingat
Mataku semakin berat untuk dibuka
Zzzz ....
0 komentar:
Posting Komentar