Saat berbuka kulihat seorang ibu menggandeng kedua anaknya
Tubuhnya kecil sedikit kurus dengan pakaian yang sedikit lusuh
Kegembiraan terpancar saat bersenda gurau dengan anak-anaknya
Aku tersenyum melihatnya, luar biasa pikirku ….
Aku jadi teringat ibuku .…
Kuhitung seberapa sering aku mengingat ibuku, sungguh aku anak yang durhaka
Jarang sekali aku menelpon menanyakan keadaannya
Ibukulah yang sering menelpon menanyakan keadaanku
Saat pertama aku pergi merantau ….
Ibuku sering menangis mengkhawatirkan diriku ….
Sedangkan aku hanya asyik-asyikan menjalani kehidupan baruku ….
Maafkanlah aku ibu, maafkanlah anakmu ini ….
Tak terasa air mata berlinang di kedua pipiku ….
Cengeng ya, mungkin memang aku seperti itu
Kuingat-ingat lagi semakin banyak kerutan di wajah ibuku
Mungkin disebabkan karena sering mengkhawatirkan aku ….
Terima kasih ibu, atas semua kebaikan dan doamu ….
Maafkan aku yang belum bisa memenuhi semua harapanmu ….
0 komentar:
Posting Komentar